Tips Mudah dan Indikator Cara Mengecek Perkembangan Anak

Benarkah Terapi Gelombang Suara Baik untuk Perkembangan Otak Anak?

Mengecek tumbuh kembang anak merupakan hal wajib orang tua lakukan, terlebih di antara usia bayi 0 sampai 12 bulan bu. Karena jika ada sedikit keterlambatan perkembangan yang dialami oleh anak, orang tua bisa secepatnya berkonsultasi dengan dokter yang memahami hal ini.

Karena ada beberapa bayi yang memiliki resiko keterlambatan perkembangan contohnya bayi yang kepalanya semakin membesar, bayi yang mengalami proses kelahiran yang sulit, bayi yang lahir secara premature, bayi yang ibunya mengalami prekamsia,  bayi yang di nicu merupakan bayi yang sangat wajar apabila mengalami keterlambatan perkembangan.

Bayi yang lahir secara normalpun tetap bisa saja mengalami keterlambatan perkembangan karena ibu tidak mungkin bisa mengetahui semua hal dari yang anak lalui terlebih yang tidak kasat mata. Oleh karena itu ibu harus ekstra memperhatikan buah hatinya ya. Berikut ini akan kita bahas cara cek perkembangan anak yang harus ibu perhatikan.

1.            Motorik Kasar

Bayi pada usia 6 sampai 9 bulan biasanya sudah bisa duduk sendiri. Minimal 1 menit tanpa bantuan apapun, kepala bisa berdiri tegap tidak goyang atau condong kekanan maupun kekiri. Beberapa bayi yang sudah mulai merambat, dapat berdiri dengan tegap menopang badangnya jika sudah berpegangan dengan sebuah benda.

2.            Motorik Halus

Cara mengecek motorik halus bayi adalah dengan mendudukannya lalu berikan dua buah benda yang akan dipegang di tangan kanan dan kirinya. Bayi dengan perkembangan motorik halus yang baik adalah bayi yang dapat menggenggam dua benda tersebut dengan benar tidak lepas salah satunya.

Kemudian bayi dapat bertepuk tangan dengan benar, dua-dua tangannya bergerak saling bertepuk, bukan hanya sebelah saja. Selain itu, bayi juga sudah dapat memindahkan benda dari tangan kanannya ke tangan kirinya dengan baik.

Perkembangan motorik halusnya juga dapat dilihat dari apakah bayi dapat mencapit benda dengan dua buah jarinya seperti ketika orang dewasa memegang gorengan. Atau ibu bisa mengajak bayi bermain menggunakan sebuah benda, lalu ibu jatuhkan benda yang bayi pegang, bayi seharusnya dapat melihat kemana benda tersebut jatuh dan apabila memungkinkan bayi akan mencoba meraih benda tersebut dengan segera.

Bayi yang sudah memiliki kemampuan kognitif yang baik di usia 6 sampai 12 bulan dapat menunjuk sesuatu untuk mengatakan jika bayi ingin benda tersebut. Selain itu, bayi sudah dapat menunjukkan Bahasa tubuh yang baik.

Misalnya ketika ibu ingin pergi, bayi dapat melambaikan tangannnya untuk isyarat good bye. Bayi mulai memahami ada maksud yang dipahami dengan Bahasa. Bayi juga mulai dapat memanggil orang terdekatnya dengan benar ya bu. Misalnya memanggil ayah dan ibu, bayi dapat membedakan mana untuk dipanggil ibu dan mana untuk dipanggil ayah.

3.            Perkembangan Lainnya

Tumbuh kembang anak memang tidak semuanya sama ya bu, tetapi ada beberapa patokan yang bisa ibu jadikan tolak ukur untuk memastikan perkembangan bayi ibu masih normal. Perkembangan bayi umumnya dapat dilihat dari beberapa hal yakni motorik kasar, motorik halus, sensorik, Bahasa dan sosial yang beberapa diantaranya sudah kita bahas pada artikel sebelumnya.

Itulah beberapa poin indikator dalam mengecek perkembangan anak. Apakah si kecil tumbuh dan berkembang secara normal? Pastikan semuanya terpantau, dan apabila ada hambatan, jangan ragu untuk segera ke dokter tumbuh kembang anak agar terapinya dapat diupayakan sedini mungkin.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *